Jika ada petani yang masih tanam letaknya di lahan agak tinggi atau berada di lebak pematang sehingga tidak terkena banjir, memang ada beberapa persemaian diantara di Desa Panyiuran Kecamatan Amuntai Selatan sebanyak 20 kg persemaian terkena banjir,

Amuntai – Penyuluh pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, mampu menyelamatkan petani di daerah tersebut dari  bencana banjir yang bisa merusak tanaman antara lain dengan menyiasati musim tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara Ilman Hadi di Amuntai Rabu mengatakan, pada musim banjir kali ini, petani di daerahnya terhindar dari dampak banjir, karena penyuluh pertanian memberikan informasi secara rutin kepada petani kapan mereka harus tanam.

Melalui informasi tersebut dan upaya penyuluh untuk membantu petani menyiasati musim, dengan tidak menanam pada musim hujan, membuat para petani terhindar dari kerugian. Pada saat  banjir, para petani sudah panen dan hanya beberapa persemaian yang rusak akibat banjir.

“Jika ada petani yang masih tanam letaknya di lahan agak tinggi atau berada di lahan lebak pematang sehingga tidak terkena banjir, memang ada beberapa persemaian yang terkena banjir, antara lain  di Desa Panyiuran Kecamatan Amuntai Selatan, namunt idak menimbulkan kerugian berarti,” katanya.

Ilman mengatakan, petani di Kabupaten HSU selain mendapat informasi cuaca secara berkala dari petugas penyuluh lapangan, yang juga memiliki pengalaman sendiri dalam menentukan masa tanam padi agar tidak terkena dampak banjir.

Dinas pertanian juga selalu melakukan penyuluhan kepada kelompok tani terkait strategi dan upaya memulai masa tanam, guna meminimalisasi dampak banjir, sebagaimana yang terjadi saat ini.

“Kita selalu mencoba untuk mengevaluasi setiap musim yang terjadi, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi program pertanian selanjutnya. Walaupun, kini banjir juga mulai sulit diprediksi akibat perubahan cuaca yang tak menentu,” katanya.

Menurut dia, lahan pertanian di Kabupaten HSU bertipe lahan rawa lebak, sehingga jika musim hujan di kawasan atas atau pegunungan maka wilayah HSU terkena dampak banjir dengan waktu yang cukup lama.

“Jadi bencana banjir di wilayah HSU, kini seakan menjadi hal yang biasa bagi petani, sehingga petani dan pihak terkait lainnya, bisa memprediksi lebih awal, apa yang harus mereka lakukan,” katanya.

Dikatakan, jika saat musim penghujan luas tanam padi di Kabupaten HSU masih cukup kecil hanya sekitar 1.600 hektere, tapi jika musim kemarau antara Mei – September luas tanam bisa mencapai 25 ribu hektere.

“Insya Allah produksi padi kita tidak akan terganggu, karena peningkatan produksi padi biasanya terjadi dimusim kemarau nanti,” katanya.

 

Artikel Asli>>

Bencana Banjir Lahan Pertanian Masih Aman
ms toolkit activator - reloader office 2013 activator - office toolkit download
%d blogger menyukai ini: