“Kenaikan disebabkan indeks yang diterima petani mengalami kenaikkan sebesar 0,73 persen dibanding indeks yang dibayar petani, yakni sebesar 0,31 persen,”
Banjarbaru – Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan Selatan bulan Oktober 2016 tercatat 97,52 atau naik sebesar 0,68 persen dibanding nilai tukar petani pada bulan September 2016 yang tercatat sebesar 96,86.
Kepala Badan Pusat Statisik Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Rabu, mengatakan kenaikan NTP akibat indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibanding harga barang/jasa.
“Kenaikan disebabkan indeks yang diterima petani mengalami kenaikkan sebesar 0,73 persen dibanding indeks yang dibayar petani, yakni sebesar 0,31 persen,” ujarnya.
Ia mengatakan jika dilihat masing-masing subsektor maka empat subsektor pertanian mengalami kenaikan dan satu subsektor pertanian lainnya mengalami penurunan nilai tukar.
Disebutkan, subsektor yang mengalami kenaikan adalah subsektor tanaman pangan 1,09 persen, hortikultura 0,69 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,64 persen, dan perikanan 0,48 persen.
“Subsektor yang mengalami penurunan adalah subsektor peternakan sebesar 1,10 persen akibat turunnya harga komoditas ternak 0,93 persen, komoditas ternak kecil 0,68 persen,” ungkapnya.
Menurut dia, kenaikan subsektor tanaman pangan disebabkan kenaikan indeks pada kelompok padi sebesar 0,81 persen dan kelompok palawija sebesar 0,90 persen.
Kenaikan subsektor hortikultura sebesar 0,69 persen karena naiknya harga komoditas kelompok buah-buahan khususnya jeruk, sedangkan sayuran dan tanaman obat turun.
Kenaikan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,42 persen karena naiknya indeks komoditas kelapa, karet, dan sawit di samping turunnya indeks rumah tangga 0,50 persen.
Subsektor peternakan yang turun 1,10 persen disebabkan turunnya harga komoditas ternak besar 0,93 persen, ternak kecil 0,68 persen, unggas 1,86 persen, dan hasil ternak 0,91 persen.
Sedangkan kenaikan subsektor perikanan sebesar 0,48 persen karena indeks kelompok penangkapan ikan komoditas ikan gabus, papuyu, bawal, dan cumi-cumi turun.
