Sadar bahwa Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) sebagai salah satu lembaga pelaku pembangunan, maka keterlibatan aktifnya dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menjadi keniscayaan institusional. Karena itu, UNLAM merasa perlu untuk membentuk sebuah lembaga yang secara ilmiah dan prifesional bertugas dan berfungsi melakukan kajian dan advokasi terhadap masalah-masalah lingkungan hidup, paling tidak di daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi, fungsi pengkajian dan avokasi itu dilakukan lewat jalur Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan (dan pelatihan), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan perihal tersebut maka melalui Surat Keputusan Kepala Pusat Penelitian UNLAM Nomor : 183/PT.10.1f/1984 tanggal 5 Maret 1984, dibentuklah “Kelompok Bidang Studi Lingkungan” atau disingkat “KPSL-UNLAM”.

                Sementara kegiatan pembangunan makin insentif dilakukan, masalah-masalah lingkungan hidup juga menuntut penanggulangan secara kelembagaan yang makin cempat, ilmiah dan lebih profesional. Tuntutan perkembangan ini jelas membutuhkan kapabilitas kelembagaan yang memadai, agar masalah-masalah lingkungan yang muncul dengan cepatitu dapat diantisipasi dan dicarikan solusinya dengan cepat pula, serta lebih ilmiah dan profesional.

                Berdasarkan hal tersebut di atas, bersamaan dengan ditetapkannya STATUTA UNLAM melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0447/O/1992 tanggal 18 November 1992, status kelembagaan KPSL-UNLAM ditingkatkan menjadi “ PUSAT PENELITIAN LINGKUNGAN HIDUP” UNLAM atau disingkat PPLH-UNLAM. Secara struktur kelembagaan Pusat Penelitian ini berada di bawah Lembaga Penelitian. Status lembaga sebagai Pusat Penelitian tersebut selanjutkan dikukuhkan lagi bersamaan dengan pembaharuan Statuta UNLAM melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 028/O/2003 tanggal 18 Maret 2003 tentang Statuta Unlam.